close up 2Hilwan Setiawan – Senior Media Investment Specialist, Touchpoint – Fortune Indonesia

Prinsip hidup itu lah yang dipegang teguh Senior Media Investment Fortune Indonesia, Hilwan Setiawan. Seorang sarjana Manajemen Informatika yang tanpa gengsi mengawali karir sebagai seorang office boy, pekerjaan yang seringkali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Bagi Iwan, pengalamannya tersebut justru menjadi berkat karena menghantarkannya berkarir di industri yang membuatnya menemukan dan mempelajari hal-hal baru, yang sama sekali tidak berhubungan dengan latar belakang pendidikannya. Berkat kegigihan dan ketekunannya, ayah dari tiga orang anak ini tanpa sadar telah mengukir sejarah karirnya di Fortune Indonesia. Simak kisah inspiratifnya dalam wawancara berikut ini.

Sejak kapan bergabung dengan Fortune Indonesia?
Saya bergabung di Fortune Indonesia sejak tahun 2004 dan tergabung di tim Touchpoint pada tahun 2006 hingga saat ini.

Selama belasan tahun menjadi warga, bisa diceritakan perjalanan karir Anda di Fortune?
Awalnya, dulu itu saya sedang menyusun skripsi dan mata kuliah sudah enggak banyak, ditawarin kerja jadi office boy ya saya mau aja dari pada nganggur enggak ada kerjaan. Saya kuliah di Bina Sarana Informatika mengambil jurusan Manajemen Informatika. Ketika itu lah saya sering menemani tim Touchpoint lembur, sambil bertanya mengenai dunia periklanan dan media. Di waktu itu pula kadang-kadang saya membantu memperbaiki komputer warga yang error dan bermasalah. Nah, karena basic saya Manajemen Informatika jadi mengerti sedikit-sedikit dan sering curi-curi lihat ada program apa saja yang digunakan Fortune Indonesia. Program-program tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang saya pelajari di perkuliahan. Singkat cerita, ada kekosongan posisi di tim Touchpoint, kemudian saya diajak untuk bergabung. Tanpa pikir panjang, bermodalkan pengetahuan yang saya dapatkan dari selama tiga tahun menemani tim Touchpoint lembur, saya mantap menerima tawaran tersebut.

Kenangan tak terlupakan saat awal merintis karir?
Saya masih ingat betul, dulu materi iklan di koran itu masih berbentuk film, yang kalau tertekuk akan patah, jadi harus pakai tabung untuk melindungi dan harus dikirimkan tiga hari sebelumnya. Saya dulu mengukur satu halaman kolom per mili meternya dengan penggaris besi setiap malam, saya ingat dulu itu materi Honda motor diajari oleh Bu Dwi Testi. Sebelum saya itu ada dua orang yang menempati posisi saya, tapi tidak bertahan lama, yang pertama hanya dua bulan, yang kedua baru dua hari sudah resign, haha. Alhamdullilahnya saya di percaya untuk menempati posisi ini dari 2006 hingga sekarang. Tetapi, karena jurusan saya enggak terkait dengan media, saya harus belajar media itu apa setiap malam dari buku-buku, dulu belajar di perpustakaan lantai 7 dan 3. Sebenarnya, orang-orang tahu-nya saya hanya lulusan SMA dan enggak kuliah, bahkan berkas yang ada di sini pun hanya ijazah SMA, haha.

Suka duka selama bekerja di Fortune?profil
Berkat Fortune Indonesia saya bisa menginjakkan kaki di negeri orang, saya juga bisa punya uang sendiri hasil kerja keras di sini. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan di tempat yang sangat erat tali kekeluargaannya. Saya benar-benar merasakan punya keluarga di sini yang membuat saya selalu nyaman dalam bekerja. Dukanya apa ya… mungkin pada awalnya saya harus banyak belajar apa yang bukan basic kuliahsaya.

Apa hal menarik dari pekerjaan Anda saat ini?

Menariknya adalah saya yang awalnya benar-benar buta dengan industri periklanan, jadi mengetahui seperti apa industri periklanan. Saya yang tadinya bukan apa-apa, jadi bisa menginjakan kaki di negeri orang berkat pekerjaan ini. Pengalaman menarik saya selama bekerja adalah waktu itu pernah ada klien yang pasang iklan di koran, dan ternyata saya salah mengirimkan materi iklannya. Di situ saya merasa panik dan takut, tetapi pengalaman tersebut menjadi pelajaran untuk saya agar lebih teliti dalam bekerja. Karena dalam industri ini, apa yang sudah di publish, akan sangat sulit untuk diperbaiki. Untungnya waktu itu saya bisa menayangkan ulang iklan tersebut dengan materi yang benar.

Tips dari Anda agar bisa menjadi pekerja yang baik?
Untuk bisa menjadi pekerja yang dapat diandalkan, tentunya kita harus bekerja keras, pantang menyerah, dan yang pasti harus jujur. Selain itu kita juga harus punya kemauan yang kuat. Saya sangat percaya, jika ada kemauan yang kuat pasti pintu keberhasilan selalu terbuka lebar. Satu lagi kuncinya, kita harus selalu mau belajar hal-hal baru, gali terus apa yang kita ingin ketahui, enggak akan rugi kok. Saya sebetulnya bukan tipe orang yang terlalu ambisius dalam karir, saya lebih suka menikmati pekerjaan yang ada sekarang. Menurut saya, karir atau jabatan itu mengikuti kerja keras kita. Bagi saya buat apa melampirkan ijazah pendidikan yang tinggi tapi ternyata ilmunya enggak sesuai sama ijazahnya.

WhatsApp Image 2017-11-07 at 2.58.35 AM

Dengar-dengar baru kedatangan anggota keluarga baru? Selamat ya! 
Tanggal 6 Oktober 2017 kemarin Istri saya baru melahirkan anak laki-laki ketiga kami, Mochammad Farhan Firmansyah, jadi sekarang saya sudah punya tiga jagoan dan di rumah istri saya yang paling cantik, haha. Tentunya kami senang sekali menyambut anggota keluarga baru dan sekarang rumah menjadi lebih ramai. Saya berharap dapat anak perempuan supaya istri saya ada temannya.

 

Arti keluarga bagi Anda?
Keluarga adalah permata yang sangat berharga bagi hidup saya. Keluarga adalah rumah untuk saya, yang selalu saya rindukan dan menjadi jalan pulang ketika saya penat bekerja. Karena, di dalam keluarga terdapat kasih sayang, cinta, dan kebersamaan yang diperlukan oleh semua orang.

Nilai apaWhatsApp Image 2017-11-07 at 1.25.45 AM yang selalu Anda tanamkan dalam keluarga Anda?
Saya selalu menanamkan kepada keluarga untuk senantiasa jujur, bertanggungjawab dalam segala tugas yang diberikan, berpegang teguh dalam iman, selalu sopan santun, mandiri, rendah hati, dan saling menolong sesama. Dengan nilai-nilai tersebut, saya berharap kelak anak-anak saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari ayahnya.

Aktivitas weekend yang menjadi favorit keluarga?
Biasanya untuk berakhir pekan, saya dan keluarga selalu menyempatkan diri untuk makan bersama dan kalau bisa berkumpul bersama keluarga besar. Aktivitas favorit keluarga itu memasak. Saya bersama istri sering bikin makanan yang anak-anak suka, salah satunya batagor pakai sosis. Jadi saya selalu stock bahan makanan di rumah, jadi kalau mau bikin bakpao, siomay, bakso, istri bisa langsung masak. Kalau makan di luar paling sambil belanja kebutuhan sekitar empat kali dalam sebulan. Menurut saya, mau sesibuk apa pun kita, kita harus menyediakan waktu untuk menikmati waktu bersama orang-orang yang mengasihi dan yang kita kasihi.

Hobi/aktivitas diluar pekerjaan?
Hobi saya sebenarnya bermain sepak bola, tetapi berhubung badan sudah tidak lagi muda, jadi sekarang lebih sering nonton pertandingan sepak bola saja kalau pulang kerja. Pemain sepak bola favorit saya itu Hariono dari Persib Bandung untuk yang nasional, kalau yang internasional saya suka David Luiz yang bermain untuk Chelsea. Dulu saya sempat main di Liga Agency yang diadakan RCTI, terakhir kita menang juara pertama futsal tingkat Agency di Bisnis Indonesia. Dulu saya bersama driver dan account diundang untuk main dan alhamdullilah menang. Waktu itu kita mengalahkan juara bertahan dengan score 3-1. Nah, karena sekarang sudah tidak lagi muda, jadi paling olah raganya hanya jalan santai saja di akhir pekan bersama keluarga.
Selain bekerja di Fortune Indonesia, saya juga punya bisnis sound system kecil-kecilan. Kadang-kadang saya menyewakan untuk acara-acara kecil. Karena memang saya dari SMP sudah bersentuhan dengan sound system. Mungkin kalau nanti saya sudah tidak lagi bekerja, saya akan meneruskan bisnis tersebut di hari tua.

Prinsip dalam hidup yang menjadi pegangan?
Prinsip hidup saya adalah kalau kita memiliki kemauan yang kuat, maka pintu keberhasilan dan kemudahan akan dibukakan. Selain itu, kita juga harus percaya pada kekuatan diri sendiri, karena dengan percaya pada diri sendiri, orang lain juga pasti akan percaya pada kita. Kalau kita saja tidak percaya pada diri sendiri, maka bagaimana orang lain dapat mempercayai kita.

Apa harapan yang ditargetkan untuk tim Touchpoint di penghujung tahun ini?
Semoga sepanjang tahun ini kita semua bisa senang-senang terus bagaimana pun caranya, haha. Saya juga berharap tahun ini Touchpoint bisa melebihi target seperti tahun 2014, semoga ada keajaiban di penghujung tahun ini supaya kami bisa over achievement. Tapi kalau tidak ya tidak apa-apa, mencapai target yang dipatok saja kami sudah sangat bersyukur.