{"id":6662,"date":"2015-03-31T17:18:47","date_gmt":"2015-03-31T10:18:47","guid":{"rendered":"http:\/\/fortuneindo.com\/read\/?p=6662"},"modified":"2019-05-03T06:46:22","modified_gmt":"2019-05-03T06:46:22","slug":"word-of-mouth-marketing-in-the-digital-age","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/foru.co.id\/id\/blog\/2015\/03\/31\/word-of-mouth-marketing-in-the-digital-age\/","title":{"rendered":"Marketing Word-of-Mouth di Era Digital"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/foru.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/word-of-mouth.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-5173\" src=\"https:\/\/foru.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/word-of-mouth-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a>Kemajuan teknologi yang berimbas dengan bermunculannya media sosial di era digital sekarang ini telah mengubah cara konsumen dalam menerima pesan\u00a0<em>marketing<\/em>\u00a0dan mempersepsikan iklan. Seluruh proses dalam membeli suatu produk telah berubah, dan iklan tradisional mulai kehilangan arti dan pengaruhnya.<br \/>\nPada batas tertentu konsumen masih dapat terpengaruh dengan\u00a0<em>Paid<\/em>\u00a0Media-televisi dan iklan radio, iklan cetak,\u00a0<em>billboar<\/em>d, tetapi tidak seberpengaruh seperti di masa lalu. Masyarakat dibanjiri dengan begitu banyak iklan dan promosi dari begitu banyak\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0sehingga konsumen mulai mengabaikan keunggulan dari produk-produk yang di iklankan.<br \/>\n<em>Word-of-mouth marketing<\/em>\u00a0adalah\u00a0<em>channel<\/em>\u00a0media untuk beriklan yang tertua, paling sederhana dan seringkali menjadi yang paling efektif. Jauh sebelum tercipta<em>\u00a0billboard<\/em>, iklan radio atau iklan surat kabar, masyarakat berbagi pendapat mereka tentang produk dan jasa melalui percakapan. Sekarang ini dengan mulai berkembangnya komunitas\u00a0<em>online<\/em>\u00a0yang terbentuk pada situs jejaring sosial,\u00a0<em>marketing word-of-mouth<\/em>\u00a0menjadi suatu hal yang penting.<br \/>\n<strong>Word-of-Mouth dan Sosial Media<\/strong><br \/>\nPromosi produk kepada konsumen tidak lagi hanya terbatas pada percakapan tunggal. Dengan merebaknya situ sosial media, blog, dan testimonial online sekarang masyarakat dapat menuangkan pikiran mereka dan langsung mencapai ribuan orang sekaligus.\u00a0<em>Digital Word-of-mouth<\/em>\u00a0adalah sebuah\u00a0<em>social media marketing<\/em>. Perusahaan harus memahami kekuatan yang dimiliki oleh para konsumen dalam jejaring sosial serta pengaruh mereka satu dengan yang lain untuk meningkatkan pembelian barang dan jasa. Konsumen lebih cenderung percaya kualitas sebuah produk melalui saran dan pendapat dari rekan-rekan mereka daripada iklan yang datang langsung dari perusahaan. Konsumen berbicara tentang produk yang mereka sukai karena mereka percaya dengan kualitas tinggi dari produk tersebut dan mereka merasa perlu untuk berbagi kepuasan dengan orang lain.<br \/>\nBiasanya konsumen ingin melakukan sejumlah penelitian sebelum melakukan pembelian, terutama jika produk tersebut masih terbilang baru atau mahal. Penelitian yang dilakukan biasanya terdiri dari mencari pendapat konsumen lain dan memeriksa bagaimana review dari produk tersebut secara\u00a0<em>online<\/em>. Kedua bentuk penelitian produk ini adalah contoh dari\u00a0<em>marketing word-of-mouth,<\/em>\u00a0ketika orang yang satu berbicara dengan orang yang lain tentang barang atau jasa yang mereka jual.<br \/>\nBeberapa perusahaan menyadari potensi pemasaran melalui media sosial ini, tetapi mereka membuat kesalahan dengan mempekerjakan orang untuk membuat\u00a0<em>review<\/em>\u00a0produk positif dan mem<em>posting<\/em>\u00a0secara online. Meskipun mungkin mereka dapat lolos dengan cara seperti ini, biasanya hasil akhirnya tidak organik dan bisa berisiko menodai reputasi bisnis. Tentu calon konsumen akan lebih percaya dengan sesama konsumen dan menjadi skeptsis terhadap bisnis yang mempromosikan diri, dan jika mereka tahu bahwa testimonial secara online tidak dapat mereka percaya dengan tulus, maka perusahaan dan produk-produknya akan kehilangan kepercayaan dari para konsumen.\u00a0Salah satu hal yang paling penting dapat dilakukan dalam berbisnis dengan mencoba menghasilkan\u00a0<em>digital marketing word-of-mouth<\/em>\u00a0yang positif agar dapat menghasilkan sebuah\u00a0<em>Facebook page<\/em>\u00a0yang sukses. Setiap kali konsumen menyukai page perusahaan tersebut akan otomatis menghasilkan persetujuan produk dan jasa oleh anggota dari komunitas<em>\u00a0online<\/em>.<br \/>\nMelibatkan konsumen di jejaring sosial Facebook juga merupakan cara yang efektif untuk membuat orang berbicara dan menyebarkan berita tentang perusahaan. Bisnis dapat dilakukan dengan cara membuat event serta mengundang para konsumen dengan kontes dan merancang kegiatan interaktif seperti game online yang melibatkan para konsumen.<br \/>\nPerusahaan masih perlu untuk menghabiskan jutaan dolar setiap tahun pada iklan tradisional yang dapat membantu meraih tujuan dan mempengaruhi konsumen. Akan tetapi\u00a0<em>marketing digital word-of-mouth<\/em>\u00a0akan menjadi semakin lebih penting di mata bisnis dan bagi advertising team yang perusahaan bayar. Hal ini akan sangat efektif, otentik, dan dapat membantu menggiring para konsumen untuk datang membeli produk dari perusahaan.<br \/>\n<span style=\"font-size: 8pt;\">\u00a0<em>Sumber:<\/em>\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 8pt;\"><em>socialmediatoday<\/em><\/span><br \/>\n&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemajuan teknologi yang berimbas dengan bermunculannya media sosial di era digital sekarang ini telah mengubah cara konsumen dalam menerima pesan\u00a0marketing\u00a0dan mempersepsikan iklan. Seluruh proses dalam membeli suatu produk telah berubah, dan iklan tradisional mulai kehilangan arti dan pengaruhnya. Pada batas tertentu konsumen masih dapat terpengaruh dengan\u00a0Paid\u00a0Media-televisi dan iklan radio, iklan cetak,\u00a0billboard, tetapi tidak seberpengaruh seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":5173,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[66],"tags":[489,21,1742,148,149,127,68,1782,912,1586,1746,133,550,1785],"class_list":["post-6662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital","tag-advertising-2","tag-business","tag-company","tag-consumer","tag-digital-2","tag-facebook","tag-marketing-2","tag-online","tag-product","tag-promotion","tag-services","tag-social-media","tag-social-networking","tag-word-of-mouth-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6662"}],"collection":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6662"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21678,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6662\/revisions\/21678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}