{"id":20766,"date":"2014-07-18T06:03:46","date_gmt":"2014-07-18T06:03:46","guid":{"rendered":"http:\/\/fortunepr.com\/id\/s1-blog-content\/c1-blog\/saya-berani-menulis.html"},"modified":"2014-07-18T06:03:46","modified_gmt":"2014-07-18T06:03:46","slug":"saya-berani-menulis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/foru.co.id\/id\/blog\/2014\/07\/18\/saya-berani-menulis\/","title":{"rendered":"Saya Berani Menulis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Oleh : Eveline<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Apa sih yang kamu takutkan?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Takut tulisannya tidak bagus jelek, takut idenya tidak menarik, takut strukturnya berantakan?.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Itu adalah ketakutan-ketakutan yang biasa terucap pada saat kita ingin mulai menulis. Walau pun hal-hal tersebut adalah penilaian dari sebuah tulisan, namun hal-hal tersebut tidak akan teratasi jika hanya ditakuti. Sejujurnya, hal-hal tersebut juga menjadi ketakutan bagi diri saya sendiri dan tapi saya memilih untuk menghadapi ketakutan tersebut. Ada beberapa rahasia yang ingin saya ceritakan kepada teman-teman untuk bisa bersama-sama mulai menulis. These are the six secrets\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">1.Tujuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Apa tujuan kamu dalam menulis? Dalam melakukan sesuatu menulis kamu perlu tahu apa yang kamu ingin hasilkan dari tulisan tersebut, seseorang pasti memiliki tujuan dari tindakan mereka, hasil apa yang diharapkan dari tindakan yang mereka lakukan. Tujuan ini juga yang menentukan bagaimana kamu akan menulis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">2.Riset dan susun strategi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Cari tahu lebih dalam mengenai topik yang ingin kamu tulis, gali idenya, dan bacalah tulisan-tulisan lain mengenai topik tersebut. Carilah celah, dalam hal apa tulisan kamu bisa tampil unik. Strateginya adalah tentukan target pembaca, apa yang mereka suka, apa yang mereka butuhkan, apa impian mereka, dan apa ekspektasi mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Agar tulisan kita efektif dan mendapatkan hasil yang diharapkan, kita harus menyusun sebuah strategi. Untuk membuat strategi tersebut, ada beberapa hal yang sebaiknya kita cari tahu. Hal-hal tersebut antara lain adalah: tentukan siapa target pembaca kita, berapa usianya, apa kebiasaan mereka,\u00a0 apa yang mereka suka, apa yang mereka butuhkan, dan apa ekspektasi mereka. Dengan mendapatkan informasi-informasi di atas, kita dapat menentukan kira-kira informasi apa yang menarik bagi pembaca dan bagaimana kita menyampaikannya sehingga tulisan kita dapat membawa manfaat bagi oleh banyak orang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">3.Pesan utama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Tentukan pesan utama yang ingin kamu sampaikan dan informasi dari apa yang ingin kamu rangkai untuk menyampaikan pesan tersebut sampaikan. Dari hasil riset yang kamu lakukan kamu akan dapat banyak ide. Tentukan satu hal yang menarik dan bermanfaat..<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">4.Bertanyalah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Terkadang kita terlalu fokus dengan informasi yang ingin kita sampaikan. Kita hanya menyampaikan hal-hal yang menurut kita bagus , namun lupa apakah informasi itu berguna bagi pembaca dan apakah hal yang kita sampaikan dapat membantu mereka. Jadi, setelah Anda menentukan informasi apa yang ingin anda sampaikan, jangan lupa untuk bertanya kepada diri Anda sendiri, \u201cSo what?\u201d dan \u201cWho Cares?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">5.Buatlah kerangka tulisan dan berceritalah. \u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Setelah menentukan pesan utamanya, kadang-kadang kita bingung apa yang mau ditulis. Hal itu juga yang sering saya alami. Jadi, hal yang saya lakukan adalah menyusun kerangka. Susun sebuah daftar dari hal-hal yang ingin kamu sampaikan sampai bisa menjadi cerita yang baik. Informasi serumit apa pun jika disampaikan dengan cara bercerita akan mudah dipahami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">6.Awali dan akhiri dengan pertanyaan yang persuasif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Ada lagi hal yang sering saya lakukan pada saat mulai menulis artikel, yaitu menyampaikan melalui pertanyaan. Pertanyaan? Bukan jawaban? Tujuan kita dalam menulis tidak lain dan tidak bukan adalah berbagi informasi, berharap dapat memberikan solusi dan jawaban. Agar kita lebih mudah untuk menyampaikan jawaban tersebut, kenapa tidak kita mulai dengan pertanyaannya? Selain itu, pertanyaan-pertanyaan tersebut juga dapat memberikan rasa komunikatif dengan pembaca. Pertanyaan tersebut dapat membuat interaksi pembaca dan penulis. Dengan demikian, pembaca pun merasa memiliki permasalahan yang sama dan lebih tertarik untuk mencari tahu solusinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Sebuah tulisan yang sangat baik adalah tulisan yang dapat memberikan inspirasi kepada pembacanya. Agar tulisan tersebut lebih berdampak, akhiri tulisan tersebut dengan kalimat persuasif seperti ajakan atau pertanyaan untuk menarik pembaca tersebut melakukan sesuatu atau berdiskusi berdasarkan tulisan kamu. \u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">7.Judul yang menarik perhatian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Bagi saya ini bagian yang paling sulit. Walaupun sudah banyak orang yang mengucapkan nasehat, \u201cdon\u2019t judge a book by its cover\u201d atau \u201cjangan menilai sebuah buku dari sampulnya\u201d dan \u201cjangan percaya dengan kesan pertama\u201d, namun tidak bisa dipungkiri bahwa judul tulisan adalah kalimat pertama yang dibaca pada serangkaian panjang sebuah cerita. Dengan menentukan judul yang tepat, kita juga bisa mendapatkan pembaca yang tepat. Namun pPembuatan judul tersebut dapat memakan waktu yang jauh lebih lama daripada pmenulisan artikelnya. Oleh karena itu, pembuatan judul ini biasa saya lakukan setelah saya selesai menulis, begitu pula pada saat saya menulis artikel ini. \u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Dengan menulis artikel ini, saya juga mengingatkan kembali diri saya sendiri tentang bagaimana menulis yang baik dan berdampak. Sampai saya selesai menulis artikel ini, saya juga masih ada rasa takut salah. Namun, saya ingatkan kembali diri saya dengan slogan salah satu merk detergen yang terkenal, yaitu \u201ckalau gak salah, gak belajar\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Nah marilah kita mulai menulis.\u00a0 Apakah kamu punya ketakutan yang sama dengan saya? Bagaimana cara kamu mengatasinya?<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Eveline Apa sih yang kamu takutkan? Takut tulisannya tidak bagus jelek, takut idenya tidak menarik, takut strukturnya berantakan?.\u00a0 Itu adalah ketakutan-ketakutan yang biasa terucap pada saat kita ingin mulai menulis. Walau pun hal-hal tersebut adalah penilaian dari sebuah tulisan, namun hal-hal tersebut tidak akan teratasi jika hanya ditakuti. Sejujurnya, hal-hal tersebut juga menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[2302],"tags":[1723,2401,2398,2404,2405,2406],"class_list":["post-20766","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-expert-articles","tag-ide","tag-inspirasi","tag-menulis","tag-rahasia","tag-takut","tag-tulisan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20766"}],"collection":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20766"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20766\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}