{"id":20233,"date":"2017-10-09T13:22:34","date_gmt":"2017-10-09T06:22:34","guid":{"rendered":"http:\/\/fortunepr.com\/?p=20233"},"modified":"2017-10-09T13:22:34","modified_gmt":"2017-10-09T06:22:34","slug":"silver-bullet-motor-modifikasi-royal-enfield-karya-white-collar-bike-kembali-tampil-di-kustomfest-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/foru.co.id\/id\/blog\/2017\/10\/09\/silver-bullet-motor-modifikasi-royal-enfield-karya-white-collar-bike-kembali-tampil-di-kustomfest-2017\/","title":{"rendered":"&#8220;Silver Bullet&#8221; &#8211; Motor Modifikasi Royal Enfield Karya White Collar Bike  Kembali Tampil di Kustomfest 2017"},"content":{"rendered":"<p>Royal Enfield kembali menghadirkan Silver Bullet, karya modifikasi dari builder White Collar Bike, dalam gelaran Kustomfest, di Jogja Expo Center (JEC) Jogjakarta (7-8\/10). Berkolaborasi dengan PT Distributor Motor Indonesia (<em>dealer<\/em> resmi Royal Enfield di tanah air), builder asal Bandung ini memilih untuk memodifikasi salah satu varian motor Royal Enfield yaitu Continental GT karena memiliki karakter kuat sebagai motor ikonik yang terinspirasi dari budaya <em>rocker &#038; caf\u00e9 racing<\/em>, sehingga membuat motor ini menjadi sangat populer di era tahun 1960-an. Modifikasi Continental GT terinspirasi dari konsep <em>classic racing,<\/em> namun tetap mempertahankan karakter aslinya. Silver Bullet tampil di booth Royal Enfield A7-A9 di Kustomfest 2017.<\/p>\n<p><strong>Tentang \u2018Silver Bullet\u2019<\/strong><\/p>\n<p>Roda depan dan belakang berukuran 160\/50\/17 diganti oleh jari-jari padat dengan velg TK serta ban Bridgestone. <em>Fork<\/em> depan dibuat lebih merunduk untuk menghasilkan tampilan<em> racing<\/em> yang lebih kental. <em>Swing arm<\/em> asli pada motor dimodifikasi sedikit dengan menambahkan beberapa inci ke dasar roda karena pipa knalpot yang letaknya terlalu dekat dengan ban belakang. Salah satu keunikan terlihat pada garis yang terletak di tangki bensin yang tampak seperti dilukis. Namun, garis tersebut sesungguhnya adalah lembaran aluminium berlapis yang di las dari sisi dalam dengan menggunakan mesin<em> router<\/em> sehingga tampak seperti diukir. <em>Shock breaker<\/em> belakang diganti dengan model yang lebih klasik dan masing-masing<em> shock<\/em> ditutup menggunakan lembaran aluminium dengan teknik yang sama seperti tangki bensin.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-20234\" src=\"https:\/\/foru.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/re-siver1.jpg\" alt='' width=\"900\" height=\"675\" \/><\/p>\n<p><em>Speedometer<\/em> GT juga turut dimodifikasi dimana <em>builder <\/em>menambahkan komponen dengan menggunakan kabel manual. Untuk menghasilkan tampilan modifikasi yang lebih elegan, <em>starter<\/em> mesin menggunakan tombol berwarna hijau untuk menyalakan dan tombol merah untuk mematikan mesin. <em>Switch<\/em> pada motor ini dikembangkan selama beberapa bulan dan terbuat dari aluminium CNC yang berisikan beberapa tombol. Lampu rem dibuat dari produk LED <em>aftermarket <\/em>yang dilapisi dengan aluminium dan ditempatkan pada posisi yang lebih mudah terlihat. <em>Foot peg<\/em> diperkokoh dengan menambah ketebalannya dengan material <em>billet aluminium<\/em> dan sisinya dipercantik dengan logo <em>stainless steel<\/em> Royal Enfield yang diukir. <em>Handle bar<\/em> diubah dengan sudut yang dapat disesuaikan dan spion juga diganti dengan ukuran lebih kecil. Selain itu, logo Royal Enfield yang terukir dari <em>stainless steel <\/em>juga tampak di masing-masing sisi tangki bensin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Royal Enfield kembali menghadirkan Silver Bullet, karya modifikasi dari builder White Collar Bike, dalam gelaran Kustomfest, di Jogja Expo Center (JEC) Jogjakarta (7-8\/10). Berkolaborasi dengan PT Distributor Motor Indonesia (dealer resmi Royal Enfield di tanah air), builder asal Bandung ini memilih untuk memodifikasi salah satu varian motor Royal Enfield yaitu Continental GT karena memiliki karakter [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":20235,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[2307],"tags":[],"class_list":["post-20233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsroom"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20233"}],"collection":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20233"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20233\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/foru.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}