Salah satu kisah sukses paling menonjol dalam pembangunan sosial di Indonesia adalah Keluarga Berecana, dan Fortune adalah salah satu pelaku utamanya. Setelah berhasil dalam promosi Kondom 25, Fortune di tahun 1987 dipercaya untuk menangani kampanye Lingkaran Biru. Program Lingkaran Biru merupakan lanjutan dari program KB Mandiri. KB Mandiri adalah wujud pelaksanaan kebijakan Pemerintah dalam penyediaan alat konrasepsi yang sebelumnya gratis untuk semua pasangan subur menjadi hanya menyediakan kontrasepsi gratis bagi masyarakat miskin, karena ternyata 70% dari seluruh akseptor KB adalah dari keluarga mampu.

”Dalam melaksanakan kampanye Lingkaran Biru kami dituntut pemahaman substansial dari program nasional Keluarga Berencana, yaitu Gerakan Nasional KB Mandiri, ”cerita Ainur Rovic, yang menjadi Koordinator Kampanye Lingkaran Biru KB, ”dengan norma dan budaya yang ingin dibentuk dalam persepsi dan perilaku masyarakat, yaitu Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera atau NKKBS.” Maka berangkat dari pemahaman itu, Tim Lingkaran Biru mengembangankan kampanye yang ternyata sangat efektif.

“Konsep Lingkaran Biru sangat jelas, yaitu mempromosikan tempat pelayanan KB,” cerita Freida Subrata, yang masuk Fortune pada tahun 1987 sebagai Account Executive yang kemudian menjadi General Manager pada Graha Adhika Fortune, holding company Fortune Indonesia. ”Nama tempat pelayanan itu harus mudah diingat, sederhana sehingga orang yag tidak sekolahpun bisa tahu dan paling penting nama itu mewakili tempat pelayanan KB,” lanjutnya.

Konsep Lingkaran Biru digagas oleh Iwan Ramelan dan dimatangkan oleh Roddy McRae, Mustafa Alatas (Alm.) dan Nenny Soemawinata. ”Kita pasang suatu lingkaran biru di sekeliling logo KB Mandiri,” tutur Roddy McRae, yang bergabung dengan Fortune di tahun 1985 sebagai tenaga creative tetapi kemudian terlibat dalam client service. ”Lingkaran itu mencerminkan keluarga dan kehangatan,” cerita Nenny Somawinata. ”Dan biru adalah warna lelaki,” kata Roddy. Lingkaran Biru kemudian menjadi lambang dari seluruh program KB Mandiri dan memperkuat baik program maupun brand image dari program itu sendiri.

Keberhasilan program Keluarga Berencana masuk sejarah sebagai salah satu program pembangunan sosial yang paling berhasil dan bukan saja mendapat penghargaan internasional, tetapi menjadikan Indonesia sebagai rujukan dan tempat pelatihan bagi berbagai negara yang ingin belajar dari Indonesia. Menurut Prof. DR. Haryono Suyono, Kepala BKKBN di waktu itu, ”kampanye Lingkaran Biru beserta berbagai upaya dan kegiatan keluarga berencana di Indonesia telah berhasil menurunkan angka pertumbuhan penduduk dari 2,34% di tahun 1980 mejadi 1,49% di tahun 2000.” Atas keberhasilan ini, Indonesia mendapat penghargaan dari Badan PBB untuk Kependudukan atau UNFPA. Suatu prestasi menakjubkan, dan Fortune ikut berperan.