Tidak banyak yang tahu bahwa pada masa itu, Fortune juga mengukir sejarah dalam bidang lain, yaitu kesehatan anak. Sekalipun peran Fortune kecil tapi dampaknya besar sekali. Pada tahun 1982, Pemerintah mulai melaksanakan program yang kelak menjadi salah satu program nasional yang paling berhasil, yaitu Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu, suatu tempat pemberian pelayanan gizi dan KB serta penyuluhan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa yang dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dan keluarga berenacana kepada penduduk di akar rumput. Pusat Penyuluhan Kesehatan Masayarakat (PKM), Departemen Kesehatan yang dibantu oleh Dana PBB untuk Anak-Anak atau UNICEF, sepakat untuk membuat suatu jingle untuk mempromosikan Posyandu.

”Waktu itu, PKM mengusulkan agar kita minta bantuan Fortune yang sukses dalam kampanye Kondom 25”. Cerita Daradjat Natanagara, yang waktu itu menjabat Information Officer UNICEF. Fortune mengembangkan suatu lagu jingle yang dapat dinyanyikan oleh anak-anak yang menggambarkan pelayanan yang diberikan oleh Posyandu. Lagu jingle itu diberi judul: ’Aku Anak Sehat’ (‘Aku anak sehat, tubuhku kuat, karena ibuku rajin dan cermat. Semasa aku bayi, aku diberi ASI, makanan bergizi dan imunisasi…..’), suatu lagu jingle yang sangat informatif dan mudah diingat dan dinyanyikan dengan nada semi-pop. Kepopuleran lagu ini tumbuh dengan tumbuh pesatnya Posyandu yang kelak mencapai lebih dari 250.000 di seluruh Indonesia, terutama setelah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menjadikan lagu jingle itu sebagai lagu wajib sekolah dasar di seluruh Indonesia. Lagu jingle itu menjadi salah satu kunci keberhasilan program Posyandu. Berkat kreativitas yang diperoleh dari Fortune.