TRIYOFIXTriyo Saputra – Senior Account Manager, Fortune PR

“We are PR Consultant so we give consultancy to client as in they need us to be” ungkap Triyo Saputra saat diwawancara. Bagi Triyo, sebagai konsultan PR, sangat penting untuk menempatkan diri sejajar dengan klien selayaknya strategic partner. Dalam wawancara ini Triyo juga memaparkan tips jitu untuk membuat presentasi yang menarik. Simak obrolan selengkapnya!

Bisa diceritakan awal mula Anda bergabung di Fortune PR?

Dulu awalnya saya tidak mau pindah dari kota kecil dimana saya kuliah. Bekerja sebagai Program Director di salah satu radio daerah setelah lulus kuliah membuat saya berada di dalam zona nyaman. Tapi salah satu sahabat membuat saya memutuskan untuk keluar dari zona tersebut. Dengan perjuangan yang lumayan, saya diterima di perusahaan PR lokal terbesar ini. Awalnya sih, saya enggak tahu apa itu istilah PR Consultant, PR Corporate, atau PR Government – yang saya tahu ya jadi PR saja. Karena kuiah jurusannya PR, eh not even Public Relations but HUMAS. Haha Jadi waktu itu pertama kali banget masuk Fortune PR, enggak tahu apa-apa, haha. Klien pertama yang saya handle adalah Tata Motor Indonesia dengan perjuangan belajar untuk client ini yang ruaarrrr biasa. Mengenai masa kerja, mungkin sampai saat ini totalnya baru 4 tahun saya sudah bergabung di Fortune PR.

Kenapa memilih menjadi konsultan PR dibandingkan profesi lainnya?

IMG_9994

Karena saya kuliah di bidang komunikasi dan mengambil jurusan Humas. Dari awal saya bertekad harus jadi seorang praktisi Public Relation. Jadi waktu itu ada tawaran pekerjaan di bidang marketing dan lain-lain tidak saya ambil. Kenapa memilih menjadi konsultan PR dibandingkan PR korporasi? Sebagai konsultan PR, saya bisa tahu berbagai macam industri, karena perusahaan yang saya handle bukan cuma satu dan memiliki latar belakang industri yang berbeda-beda. Jadi kesempatan belajarnya lebih banyak. Tapi ya itu, sisi ‘enaknya’ lagi adalah konsultan PR juga dituntut harus punya nafas panjang, karena menghadapi klien dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda-beda, kita sebagai konsultan harus bisa memenuhi itu. Dulu saya sempat menjadi HR Communication di Bank Danamon dan yang saya rasakan selama satu tahun setengah di sana adalah kebosanan. Jadi waktu ada kesempatan buat gabung lagi di Fortune PR, saya memutuskan untuk S2 :)

Tantangan terbesar menjadi konsultan PR?

Tantangan terbesar adalah dalam menghadapi klien. Tapi kembali ke pribadi masing-masing ya. Kalau saya, menanggapi klien ya harus fun, karena kalau tidak dibawa fun yang ada kita malah stress sendiri, jadinya burnout. Klien minta apa ya coba dibawa santai aja dulu tapi fit to deadline ya, dan jangan selalu dibawa pusing dan malah kehilangan waktu buat diri kita sendiri. Selain itu, menurut saya, tempatkan diri kita setara dengan klien, karena kalau kita tempatkan diri kita di bawah mereka, kita pasti akan merasa di push terus. Kalau kita bawa fun dan santai, mereka juga akan mengerti kalau kita punya kerjaan lain dan klien kita bukan cuma mereka. Catatan yang saya petik dari pengalaman kerja dengan client yang sudah ganta-ganti agency adalah konsultan Fortune PR memiliki ‘attitude’ yang tidak dimiliki oleh beberapa PR Agency lainnya. Ini penting loh, untuk dapat respect mereka. Bahasa Indonesianya mungkin, “Ga Songgong dan Belagu”. Hal ini saya rasa tidak terlepas dari budaya internal kami di Fortune PR.

Achievement paling berkesan yang pernah diraih selama bergelut di industri PR?

Achievement buat saya sebagai konsultan PR adalah saat strategi dan program yang kita buat digunakan oleh klien dan mendapat apresiasi dari orang-orang yang expert di bidang tersebut melalui sebuah penghargaan. Saya bersama tim sempat membawa Dyandra Media International menjadi finalist di Financial Communications di Sabre Awards, walaupun hanya menjadi finalist, tapi itu salah satu achievement terbesar buat saya dan tim. Susah, bikin saham mereka diburu investor saat melantai di bursa, karena bisnis mereka MICE yang satu satunya melantai di IDX.

Ranah PR mana yang paling kamu sukai dan merasa expert di ranah tersebut?

Sebenarnya saya paling suka social marketing atau public affair, tapi belum ada kesempatan untuk menangani keduanya dalam skala nasional. Menurut saya kedua ranah PR ini seru, kita bisa membuat campaign yang sesuai dengan target audience kita, di mana kita bisa bertemu dengan orang-orang yang belum pernah kita jumpai. Kalau bicara expert, saya cukup menguasai bidang corporate communications.

Pengalaman menarik menangani klien?

Saya dan tim pernah handle policy untuk mengawal exportir tepung terigu untuk bisa mengekspor produknya ke Indonesia, karena selama ini diindikasikan ada monopoli oleh salah satu brand di Indonesia. Jadi program kami adalah mengawal exportir ini agar tetap bisa masuk ke Indonesia karena tidak semua orang bisa membeli tepung terigu dari brand monopoli tersebut, seperti tukang gorengan atau pedagang kecil biasanya menggunakan tepung terigu eceran – itu loh yang pake plastik kiloan yang dikaretin :). Nah, ada moment saat campaign ini, tim kami di-email oleh brand nasional tersebut. Mereka mempertanyakan di mana jiwa nasionalisme kita, haha. Akhirnya one question arose; memperjuangkan para pemakai terigu eceran atau brand nasional yang melakukan praktik kartel. Klien paling lama yang saya dan tim tangani adalah Sinar Mas Land, tahun ini sudah masuk tahun ke-5. Kalau klien paling baik itu Hankook, karena mereka sangat welcome dan menghargai kita sebagai konsultan PR.

Denger-denger Anda jago presentasi, bisa berikan tips untuk menciptakan presentasi dan membawakannya secara menarik?

Buat saya presentasi adalah hal yang menyenangkan. Mungkin karena dulu saya penyiar radio, jadi terbantu banget saat harus melakukan sebuah presentasi. Saran saya yang utama adalah kuasai materi presentasi. Nervous biasanya hadir saat kita tidak menguasai materinya. Menurut saya, salah satu elemen yang tidak bisa dikesampingkan juga dalam presentasi adalah slide. Saat membuat materi presentasi, saya selalu memikirkan bagaimana menghadirkan slides yang enjoyable untuk mata :). Selain kontennya bagus, audience juga tidak bosan. Put more of your effort to make the slides. Jangan pake template, start from a very white slide. Create your own style of slides.

Pernah mengalami kejadian buruk saat presentasi?

Biasanya kalau kerja tim, saya yang selalu jahit proposalnya. Tapi ada masanya, saat idealistik harus bernegosiasi dengan realita. Slides tiba tiba berantakan dan harus present. Karena udah harus present, ga bisa ‘OCD’ buat benerin slides, ya show must go on. We’re team anyway. Jadi bisa saling back up saja untuk meyakinkan client bahwa kita OK. 

Seberapa penting skill presentasi bagi consultant PR?

Buat saya, setiap orang bisa presentasi. Ini hal basic sekali. Tapi yang paling penting adalah thought of process. Jadi bagaimana caranya kita bisa menghadirkan sebuah presentasi melalui rangkaian proses. Hal ini juga didukung dengan visualisasi slides yang ok. Jadi audience akan langsung dapat maksudnya apa. Atau paling ga, stick to our slides, jadi ga maenan handphone saat kita present :)

Kegiatan ata1e37e4b01eea14de747b1d45706a8de2u hobi di luar pekerjaan?

Saya anaknya dramaseries banget. Kadang bisa 1 hari hanya series-marathon buat ngabisisn 1 – 5 season dari series yang saya suka. Dan kebanyakan drama. Cupu yes. Tapi dari situ saya bisa belajar banyak. Salah satu yang sampe sekarang saya masih tonton adalah Grey’s Anatomy. Saya mengikuti series nya Shonda Rhimes ini sudah hampir 13 tahun dari season pertama, haha. Kadang saat nonton ini, saya mikir, kalo sekarang saya jadi dokter gimana ya. Karena cita cita kecil mau jadi dokter kan. Pernah jadi dokter cilik waktu kelas 3 SD. Sampai sekarang masih ada sertifikatnya, sampai-sampai dulu dibelikan ibu baju dokter dan stetoskop mainan, haha. Tapi apalah daya ya, namanya juga hidup. Haha

Goals yang ingin dicapai tahun ini?

Goals saya tahun ini cuma ‘Bisa berdamai dengan diri sendiri’. Maksudnya, tidak lagi terlalu ambisus dan ngoyo sama diri sendiri. Karena beberapa tahun belakangan, saya terlalu ambisus dan jadi saat gagal, rasanya kok ga amburadul gitu. Jadi goals-nya adalah saya bisa lebih bijak dan santai dalam menyikapi sesuatu, karena kalau masih seperti yang dulu, yang ada malah jadi stress. So, kalo ada masalah apapun saat ini, langkah awal yang saya lakukan adalah KETAWAIN AJA DULU.

Sosok yang paling dijadikan panutan dalam hidup?

Ibu saya. Mendidik kami di saat yang sama juga mencari nafkah buat kami. Ayah sering bekerja di luar kota. Untuk menghidupi kami, ibu menjadi tukang sayur di pagi hari dan sore hari menjadi pencuci-gosok. Itu bertahan sampai kakak saya lulus SMP. Beliau sumber kekuatan hidup saya, bahwa hidup sekeras itu. Jalani, jangan ngeluh, dan sukuri.

Motto hidup Anda?

Carpe Diem. Kesempatan yang ada sekarang harus segera diambill, karena kesempatan gak akan datang dua kali.