Empati adalah kemampuan untuk mengalami dan berhubungan dengan pikiran, emosi atau pengalaman orang lain. Empati lebih dari sekedar simpati, yaitu mampu memahami dan mendukung orang lain dengan belas kasih atau kepekaan.

Di dalam tempat kerja, empati dapat menumbuhkan rasa hormat yang mendalam kepada rekan kerja dan menunjukkan kepedulian, bukan hanya mematuhi aturan dan kebijakan dalam pencapaian target. Gaya kepemimpinan yang empatik juga bisa membuat semua orang merasa seperti tim dan meningkatkan produktivitas, moral dan engagement.

Untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya empati di tempat kerja, saya akan mengajukan empat pertanyaan mengenai sifat, peran dan manfaat empati.

1. Mengapa penting bagi kita untuk memahami kebutuhan orang lain?
Dengan memahami orang lain, kita mengembangkan hubungan yang lebih dekat. Saat kepercayaan dibangun, hal baik mulai terjadi. Pemimpin dan tim dapat bekerja bersama secara optimal.

2. Sifat atau perilaku apa yang berbeda dari seorang yang empatik?
Empati membutuhkan tiga hal yakni mendengarkan, keterbukaan dan pengertian. Para pemimpin yang cakap menyadari bahwa garis dasar bisnis apa pun hanya bisa dicapai melalui dan bersama dengan orang-orang. Oleh karena itu, pentingnya memiliki sikap keterbukaan, memahami perasaan dan emosi anggota tim.

3. Apa peran empati di tempat kerja? Mengapa itu penting?
Ketika kita memahami tim atau rekan kerja kita, kita memiliki gagasan yang lebih baik mengenai tantangan di depan kita. Empati memungkinkan kita merasa aman dari kegagalan, karena kita tidak akan disalahkan untuk melakukan risiko pekerjaan. Ini mendorong para pemimpin untuk memahami akar permasalahan di balik kinerja buruk. Menjadi empati memungkinkan para pemimpin untuk membantu karyawan yang berjuang memperbaiki dan unggul.

4. Jadi mengapa kita tidak lebih berempati di tempat kerja?
Menunjukkan empati membutuhkan waktu dan usaha untuk menunjukkan kesadaran dan pengertian. Tidak selalu mudah untuk memahami mengapa orang lain berpikir atau merasakan apa yang mereka lakukan dalam pekerjaannya.

When you understand others, they’ll probably want to understand you – and this is how you can start to build cooperation, collaboration, and teamwork.